A.      SAYUR LODEH TERONG

 Sayur lodeh merupakan salah satu hidangan yang pada zaman dulu di percaya sebagai penolak bala/wabah. Pada masa pemerintahan Sultan Hamengkubuwono di tahun 1931, Yogyakarta di serang oleh wabah dan akhirnya sultan memerintahkan rakyatnya untuk memasak sayur lodeh dan berdiam diri dirumah selama 49 hari lalu wabah pun berakhir. Sayur lodeh adalah masakan yang sederhana dan identik dengan santan, tidak ada yang istimewa dari masakan sayur lodeh ini, akan tetapi untuk bisa memasak sayur lodeh sehingga menjadi hidangan yang nikmat untuk di sajikan dan di santap perlu benar benar keahlian, penjiwaan, komposisi, serta racikan yang pas.

Sayur lodeh mempunyai berbagai macam variasi pada bumbunya, ada yang santannya berwarna putih dan ada juga yang santannya berwarna kuning kemerahan. Sayur lodeh pun ada beberapa varian seperti, sayur lodeh terong, sayur lodeh manisa dan sayur lodeh tewel. Resep masakan yang terkenal dengan gurihnya santan ini juga bisa di padukan dengan berbagai macam lauk antara lain seperti, daging serundeng, empal daging, gimbal udang, opor ayam, ayam goreng kalasan, tahu tempe bacem, dan tak lupa di sajikan dengan sambal untuk lebih meningkatkan selera makan kita. Sayur lodeh adalah salah satu hidangan yang memiliki nutrisi yang cukup dengan kandungan kalori yang rendah, menurut sumber yang di dapatkan melalui halodoc.com tentang kandungan sayur lodeh yakni pada satu mangkok atau satu porsi sayur lodeh sekitar 240 gram, terdapat 160 kalori, lemak 9,47 gram, protein 6,6 gram, karbohidrat 14,73 gram.

Selain itu, dalam sayur lodeh terdapat pula kandungan vitamin C, mineral, serta asupan gizi yang di perlukan untuk proses metabolisme dan pencernaan tubuh. menurut ahli gizi UGM, anjuran makan sayur dan buah dalam sehari sesuai dengan pedoman gizi seimbang sekitar 400-600 gram untuk dewasa dan 300-400 gram untuk balita